Komunikasi Data Seluler

Semua operator seluler di Indonesia kini sudah menyediakan fasilitas WAP yang merupakan komunikasi data baik melalui CSD maupun GPRS. Dengan demikian, apapun operator seluler anda, anda sudah bisa menggunakan handphone sebagai modem untuk komputer.


Komunikasi Data G2

Pada masa-masa awal ini digunakan komunikasi data yang dikenal sebagai CSD Circuit Switched Data () dengan kecepatan hanya 9600 bps . Tidak heran apabila diperlukan WAP yang serba ringkas (termasuk grafiknya, WBMP, yang hanya dua bit; hitam dan putih), mengingat keterbatasan bandwidth. Mulai saat itu juga SMS (Short Messaging Service) secara tidak terduga menjadi sangat populer, sampai-sampai para orang tua di seluruh dunia mengkhawatirkan ‘rusaknya’ bahasa anak-anak mereka dengan begitu populernya ‘Bahasa SMS.’ Hal ini terjadi baik untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun bahasa-bahasa lain. Akses email maupun mengirim email juga dimungkinkan menggunakan WAP serta komunikasi data CSD ini. Itulah komunikasi data yang dapat diberikan oleh sistem telepon seluler generasi kedua (G2)


Komunikasi Data G2.5

Baru kemudian setelah para operator telepon seluler (dimulai oleh Indosat M3 dan kemudian Telkomsel) memperkenalkan layanan GPRS General Packet Radio Service, barulah akses Internet (web) mulai banyak dikenal orang.

Ini dikarenakan GPRS memungkinkan transfer data yang lebih cepat, yaitu 14400 bps. Memang 14400 bps tidak terlalu lebih cepat dibandingkan dengan CSD yang 9600 bps, tetapi GPRS memungkinkan transfer data dengan multiple slot. Sekarang ini ponsel yang mutakhir sudah menggunakan GPRS Class 8 dengan 4 slot downlink dan 1 slot uplink.

Artinya uplink tetap 14400 bps, tetapi downlink sudah mencapai 57600 bps. Sudah cukup nyaman untuk web browsing (bukan sekedar WAP browsing).

Sejalan dengan diperkenalkannya GPRS sebenarnya CSD juga mengalami kemajuan dengan diperkenalkannya High Speed CSD yang HSCSD Class 2 menggunakan 2 slot downlink dan 1 slot uplink (2+1) yang artinya downlink bisa dengan kecepatan 19200 bps.

Semua operator ponsel kini menyediakan layanan komunikasi data CSD, tetapi tidak semua menyediakan layanan GPRS. Demikian juga sistem tarifnya yang berbeda-beda untuk setiap operator dan setiap layanan komunikasi data yang disediakan.

Pada umumnya layanan telepon suara, CSD, dan HSCSD ditagih berdasarkan lamanya pembicaraan, sedangkan GPRS berdasarkan besarnya byte yang di-download.

Sejalan dengan dipopulerkannya GPRS yang lebih gencar dipromosikan ke khalayak ramai adalah MMS (Multimedia Messaging System).


Komunikasi Data G3

Pelopor penggunaan teknologi telepon seluler generasi ketiga justru bukan negara-negara barat, melainkan Jepang dan Korea. Tidak heran apabila ponsel 3G paling banyak berasal dari kedua negara itu.

Berbeda dengan G2 dan G2.5 yang didominasi oleh teknologi GSM, G3 diEropa, Jepang, dan Korea menggunakan teknologi CDMA (Code Division Multiple Acces ). Eropa dan Jepang menggunakan W-CDMA (Wdeband-CDMA ) dengan kecepatan 384K bps, sedangkan Korea menggunakan CDMA2000 1X dari Qualcomm (kecepatan transfer data 144K bps).

Teknologi GSM sendiri sedang dikembangkan menjadi 3GSM dengan memanfaatkan interface W-CDMA. Sebelum mencapai 3GSM, evolusi GSM akan melewati dulu teknologi yang disebut EDGE Enhanced Datarate for GSM Evolution ). Jadi GSM sudah dan akan berevolusi menjadi GPRS , EGDE , dan akhirnya 3GSM


Akses Internet dengan Laptop dan Handphone

Untuk dapat mengakses Internet dengan laptop dan handphone, Cara pertama harus dipastikan bahwa handphone anda mendukung komunikasi data dan bahwa operator telepon seluler anda juga menyediakan layanan komunikasi data.

Sekarang ini semua operator telepon seluler di Indonesia menyediakan layanan komunikasi data CSD, jadi SIM card apapun dapat digunakan untuk mengakses Internet. Namun demikian, perlu diingat bahwa CSD hanya menyediakan kecepatan transfer data 9600 bps dan anda akan ditagih biaya pemakaian berdasarkan lamanya akses.

Cara kedua adalah menggunakan layanan GPRS yang sementara hanya disediakan oleh Telkomsel (termasuk kartu Halo dan Mentari) serta IM3.

Kecepatan transfer GPRS tergantung jenis ponsel yang anda gunakan. Nokia 3650 dan Sony Ericsson T610, misalnya mendukung GPRS Class 8 (4+1) yang artinya mendukung kecepatan transfer data (downlink) sebesar 4 x 14400 bps = 57600 bps.

Ponsel anda harus dapat terkoneksi dengan laptop (baik melalui port InfraMerah maupun Kabel Serial , atau sekarang dengan Bluetooth ) dan menjadi modem bagi laptop tersebut. Dapat juga menggunakan GSM PCMCIA card yang membuat laptop anda mempunyai GPRS modem yang permanen.

Contoh GSM PCMCIA card adalah Nokia D211 dan Globetrotter. Dua-duanya dapat diperoleh di pasaran. Pada laptop anda harus di-install dulu PC Suite selain juga modem setup/modem driver.


Akses Internet lewat CSD

Setelah memastikan bahwa handphone anda mendukung komunikasi data CSD (dikenali dari handphone anda yang dapat mengakses situs WAP), maka pada handphone anda tidak ada perubahan setting apa-apa lagi.

Anda tinggal mendeteksi handphone itu sebagai modem pada laptop dan membentuk koneksi Dial-up Networking yang baru menggunakan handphone tersebut.

Anda mengakses Internet dengan men-dial ke ISP anda sendiri dengan nomor dial ke ISP itu, serta User Name dan password dari account anda di ISP tersebut.

Bila tidak mempunyai account di ISP, anda dapat menggunakan Telkomnet Instan dengan nomor dial 0809-8-9999 dan user id telkomnet@instan dan password telkom.


Akses Internet lewat GPRS

Berbeda dengan akses Internet lewat CSD yang men-dial nomor telepon ISP, maka pada akses Internet lewat GPRS anda menghubungkan laptop anda melalui handphone yang GPRS-enabled ke jaringan operator seluler itu sendiri.

Pertama kali anda harus memastikan bahwa handphone anda bersifat GPRS-Enabled (tidak harus MMS-enabled , walaupun apabila MMS-enabled maka berarti juga GPRS-enabled). Sebagai contoh Nokia 6510 adalah handphone yang GPRS-enabled walaupun tidak mendukung MMS.

RELATED POST